Direktur PPLP Pansophia, Prof. Yudana Menebar Legacy dalam LKMM di STIKES Wira Medika Bali

DENPASAR – Sebuah momen istimewa terjadi dalam ajang Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) di STIKES Wira Medika Bali. Direktur PPLP Pansophia Singaraja, Prof. Dr. I Made Yudana, M.Pd, hadir sebagai narasumber kehormatan untuk berbagi wawasan dan pengalaman panjangnya dalam dunia pendidikan dan manajemen.
Kehadiran sosok akademisi senior ini disambut antusias oleh ratusan peserta LKMM. Dalam sesinya, Prof. Yudana tidak hanya berbicara teori, namun "menebar legacy" berupa nilai-nilai kehidupan yang fundamental bagi seorang calon pemimpin.

Dalam paparannya, Prof. Yudana menekankan bahwa menjadi pemimpin organisasi mahasiswa bukan sekadar soal memegang jabatan, melainkan soal tanggung jawab dan teladan. Beliau menyoroti pentingnya Character Building sebagai pondasi utama.
”Pintar saja tidak cukup. Di era global ini, orang pintar banyak, tapi orang yang jujur, disiplin, dan punya hati untuk melayani itu langka. Jadilah pemimpin yang meninggalkan jejak kebaikan (legacy), bukan sekadar jejak kekuasaan,” tegas Prof. Yudana.
Meskipun PPLP Pansophia berfokus pada Pariwisata & Perhotelan, sementara STIKES Wira Medika berfokus pada Kesehatan, Prof. Yudana menjelaskan bahwa prinsip dasar pelayanan (Service) adalah bahasa universal.
”Baik itu melayani tamu hotel maupun melayani pasien, kuncinya sama: Empati. Sebagai calon pemimpin, adik-adik mahasiswa harus bisa memimpin dengan empati. Dengarkan anggota kalian, sebagaimana kalian mendengarkan orang yang kalian layani nanti,” tambahnya.
Sesi ini ditutup dengan tanya jawab yang interaktif. Mahasiswa tampak berebut ingin menggali lebih dalam rahasia sukses Prof. Yudana dalam memimpin lembaga pendidikan vokasi hingga berprestasi nasional.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa PPLP Pansophia Singaraja tidak hanya fokus mencetak lulusan perhotelan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan SDM Bali secara luas melalui kolaborasi antar-lembaga pendidikan.